Misionaris Awam Vinsensian Indonesia
RSS icon Email icon
  • Hidup dalam Perbedaan Budaya

    Posted on December 18th, 2012 No comments

    mandi dan mencuci peralatan masak di sungai

    Lain ladang lain belalang. Peribahasa yang umum di telinga kita. Setiap daerah, tempat, punya adat istiadat serta kebiasaan berbeda. Kebiasaan yang meliputi pola laku, serta cara berpikir dari masyarakatnya. Karenanya proses mengenal dan beradaptasi adalah tahap penting, ketika kita hendak masuk lebih dalam pada kehidupan masyarakat tertentu.

    Budaya hidup dari suatu komunitas masyarakat tertentu memang diciptakan oleh manusia, yang tidak terpisahkan oleh pengaruh ekologi, lingkungan di mana mereka tinggal. Budaya itu memang bisa diubah, terlebih kalau amat merugikan kehidupan manusia. Permasalahannya, perubahan seperti apa dan oleh siapa. Cukup banyak teori sosial yang menampilkan wacana tentang peran serta partisipatif dalam melakukan perubahan-perubahan sosial. Selama ini, pemahaman itu saya peroleh dari buku-buku. Tetapi selama di Serawai, saya mengalaminya, terlibat langsung dalam proses, dan ternyata tidak mudah.

    Tanpa penyadaran bersama, anak-anak asrama akhirnya melakukan sesuatu hanya untuk menaati aturan-aturan asrama. Aturan-aturan itu (kebersihan, kesopanan, kedisplinan) menjadi tidak berbekas sedikit pun dalam diri anak-anak, justru ketika mereka mudik ke kampung masing-masing.

    Awalnya, saya melihat kondisi di atas sebagai hal yang sederhana. Ternyata tidak. Bukan hal mudah untuk bersabar dengan proses yang berjalan lamban. Terlebih lagi untuk membiasakan mata ini, ketika melihat kebiasaan-kebiasaan yang jauh berbeda. Tanpa sadar, labelisasi negatif juga kerap meluncur dari mulut saya. Namun, sekali lagi, inilah pelajaran yang indah dan berharga bagi saya pribadi.

    budaya makan bersama di kampung (di rumah betang)

    Ketika memilih memasuk dalam lingkungan masyarakat yang berbeda, terlebih bersama-sama mereka mengadakan suatu perubahan sosial, ada ‘strategi’ yang harus ditempuh. Kita harus membuka diri dan menerima pola hidup mereka. Perubahan (meski perlahan) pasti akan terjadi, ketika mereka menyadari perlunya melakukan perubahan itu sendiri.

     

    #tulisan Kristien Yuliarti, dalam buku “Dalam Catatan, 10 Tahun MAVI”#

    Comments are closed.

http://twitter-widget.com/blog/packages/