Misionaris Awam Vinsensian Indonesia
RSS icon Email icon
  • AIR ASAM

    Posted on November 9th, 2012 No comments

    Masyarakat Dayak di kampung-kampung (jauh dari perkotaan) -setidaknya kampung yang pernah saya kunjungi- telah menggantungkan hidupnya pada alam sekian tahun lamanya. Salah satunya kebutuhan akan air. Semua keperluan air -untuk maksud apapun- diambil dari sumber air yang sama yaitu sungai terdekat. Bahkan di kampung yang amat pedalaman, bukanlah sungai yang menjadi sumber air, tetapi hanya  berupa ‘kolam kecil’. Tentu bisa dibayangkan kondisi air tersebut jika segala aktivitas dilakukan di sungai yang sama. Termasuk pula kebutuhan untuk air minum. Di samping itu, mereka juga memanfaatkan air hujan ketika musim penghujan tiba.

    Satu kebiasaan yang umum pada mereka adalah minum air mentah, yang juga langsung diambil dari sungai terdekat. AIR HIDUP….begitulah mereka biasa menyebut air mentah. Kebiasaan yang telah sekian lama dilakukan, dan tetap dilakukan meski kondisi air sungai semakin tercemar. Mereka tidak suka minum AIR MATI…sebutan untuk air yang sudah dimasak. Alasannya….air hidup lebih segar dan manis 🙁

    Ada lagi sebutan AIR ASAM. Sebutan ini ditujukan untuk air dengan bubuk minuman sachet. Nah…ini yang benar-benar digemari masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Satu sachet bubuk perasa ditambah air dan es batu dijual Rp. 1.000,00

    Dan saya terheran-heran dengan begitu banyaknya merk bubuk minuman sachetan. Bahkan beberapa tidak pernah  saya jumpai di Jawa, seperti YOKU, FRUTZZ, FRENTA, FINTO. Dan di antara merk tersebut, ada yang bernada “minuman super greng” yaitu LOVINTON. Dijual juga untuk anak-anak :((

    Anak-anak yang tinggal di asrama bisa 4 kali membeli air asam itu dalam sehari, karena malas ambil air dan memasaknya. Memang begitu mudah menjejali masyarakat yang minim akses informasi dengan segala produk yang tampak menyenangkan, tapi jelas-jelas berbahaya untuk kesehatan mereka. Apalagi dengan memanfaatkan rasa ingin tahu mereka karena melihat iklan-iklan di televisi. Minuman dengan ‘merk aman’ memang cukup mahal. Maka menjual produk serupa dengan harga yang amat sangat murah…tentu mendatangkan keuntungan yang sangat besar.

    #miris…prihatin…#

    by kristien

    (refleksi kunjungan ke Kalbar akhir Agustus 2012)

    Comments are closed.

http://twitter-widget.com/blog/packages/